Kamis, 19 Maret 2020

Tugas

Keju Gouda


Keju  bisa terbuat dari susu sapi, onta, kambing, kerbau dan lainnya, tergantung dari negara masing-masing. Salah satunya keju berwarna oranye kekuningan ini. Berasal dari susu sapi murni, Gouda, nama keju ini persis dengan nama kota pertama kali dibuatnya yaitu kota Gouda, tepatnya di Nederland Selatan. Rasa keju yang manis dengan kandungan asam laktatnya yang hilang. Setelah dipanaskan cairan keju ini dimasukkan kedalam cetakan bulat dengan proses beberapa jam. Setelah tercetak biasanya keju akan dimasukkan kedalam air garam untuk mendapatkan rasa yang khas.
Gouda Ekspor memiliki dua variasi, Gouda muda yang berwarna kuning tua dengan bungkus lilin parafin berwarna merah atau kuning. Sedangkan Gouda yang lebih tua memiliki rasa pahit tersembunyi yang tajam, namun masih dianggap lebih berkrim dan kita dapat mengenalinya dari bungkus lilin parafin hitam. Selain itu keju gouda juga memiliki berbagai macam olahan. Gouda asap, yang merupakan keju proses, dan Gouda Leyden merupakan keju yang dibumbui.

Fakta Keju Gouda

Tahan Hingga 24 Bulan
Keju Gouda ini, semakin lama disimpan rasanya menjadi manis seperti karamel dengan tekstur garing. Jika disimpan kurang lebih 24 bulan, kulit keju membentuk kristal natrium klorida dan bisa dilepas seperti kain yang lembut. Rasanya menjadi sedikit pahit dan pedas, wah bisa selama itu lho keju ini disimpan. Bahkan keju gouda juga ada yang diberikan potongan kecil paprika merah, untuk menciptakan rasa pedas. Usia keju gouda  yang paling muda saja umumnya sekitar 1 sampai 6 bulan. Permukaan keju, dilapisi parafin lilin merah atau kuning untuk melindungi kualitas keju.

Olahan Makanan dan Minuman

Tekstur dari keju ini sedikit keras namun renyah. Apabila disajikan dalam keadaan panas, keju ini bisa meleleh seperti keju mozzarella. Bagi kamu para pecinta keju, pasti sudah tau kalau rasa dari keju ini sangat gurih dan creamy di lidah. Biasanya keju ini digunakan sebagai toping salad dan kaserol. Gouda juga bisa menjadi penikmat rasa untuk olahan minuman-mu.

Tinggi Akan Vitamin K2

Keju Gouda sangat tinggi akan vitamin K2. Hal ini disebabkan kultur bakteri yang digunakan untuk memfermentasi susu menjadi keju Gouda. Bakteri yang dihasilkan oleh keju inilah yang menghasilkan jenis khusus vitamin K2 (MK-7). Menurut penelitian, keju ini sama efektifnya dengan bentuk hewani vitamin K2 (MK-4). Vitamin ini sangat menunjang untuk kesehatan manusia bila digabungkan dalam makanan dengan aktivator larut lemak lainnya A dan D.

Sumber:



Asiago Cheese


Asiago adalah keju bertekstur keras yang berasal dari Italia dan dibuat dengan menggunakan susu sapi yang dipasteurisasi.Beratus-ratus tahun yang lalu, keju Asiago menggunakan susu domba dalam pembuatannya.Namun karena sapi dapat menghasilkan susu yang lebih banyak dari domba maka lambat laun susu sapilah yang digunakan.Ada dua jenis keju Asiago yang dikenal.Jenis yang pertama adalah keju Asiago yang ditekan sedikit dan menggunakan susu murni dari peternakan kecil.Keju jenis dimatangkan selama 20 hingga 30 hari.Je konis yang lainnya adalah Asiago d'Allevo yang merupakan versi keju Asiago yang matang.Asiago d'Allevo dibuat dengan menggunakan susu skim dan memiliki waktu pematangan yang lama.Hal tersebut berdampak pada rasa yang lebih tajam dan bagian dalam yang lebih padat dan berlubang.

Antara abad ke-10 dan ke-15 pemeliharaan domba adalah kegiatan pertanian utama di dataran tinggi Asia - yang dikenal dengan padang rumputnya - yang tujuannya adalah produksi keju gurih (awalnya disebut "Pegorin"), dan produksi wol, yang ditujukan untuk karya tekstil dari lembah dekat (Valdagno, Schio, Piovene Rocchette).

Domba mulai digantikan oleh sapi sekitar tahun 1500 M sebagai konsekuensi dari modernisasi teknik pemuliaan (terutama berkat perjalanan dari eksploitasi padang rumput ke perawatan halaman rumput yang dipotong); hanya pada abad ke 19 susu sapi menggantikan domba di keju wilayah ini.

Selama periode ini, teknik pembuatan keju tradisional, yang masih dipertahankan di peternakan Plateau, ditingkatkan. Berkat teknologi modern mereka juga menyebar ke perusahaan susu kecil dan menengah yang tersebar di wilayah Asiago. Produksi keju Asiago tetap dominan di Dataran Tinggi Asiago hingga abad ke-19. Setelah itu, produksi juga diadopsi di zona rendah tetangga dan di peternakan Trentino.

Di antara penyebab terbesar penyebaran adalah peristiwa perang yang menyebabkan depopulasi yang signifikan dari zona tersebut. Asiago berada di perbatasan dengan Kekaisaran Austria dan merupakan daerah pertikaian dan pertempuran besar-besaran, baik selama kampanye Italia Napoleon dan selama Perang Dunia Pertama dan Kedua. Keju Asiago sering diperdagangkan bersama unggas asli Italia, seperti burung laut - pedagang sering menerima sekam jagung atau tongkol jagung yang jauh lebih berharga.

Consorzio Tutela Formaggio Asiago, yang berbasis di Vicenza, didirikan pada tahun 1979 untuk menjamin kualitas keju Asiago, untuk memastikan bahwa penandaan, tanda dan segel digunakan dengan benar dan untuk meningkatkan kesadaran akan keju di Italia dan luar negeri. Ini mewakili lebih dari empat puluh pembuat keju dan fasilitas penuaan keju.

Sumber:




Emental cheese/ keju emental


Emmental, Emmentaler, Emmenthal, atau Emmenthaler adalah keju dari Swiss yang dibuat dengan susu sapi mentah dan memiliki banyak lubang atau "mata" yang berukuran besar.] Keju ini dikenal sebagai "keju Swiss" di Amerika Utara walaupun keju Swiss tidak selalu merujuk kepada Emmental.Tiruan keju Emmental di Norwegia dikenal dengan nama Jarlsberg Keju ini mendapatkan namanya dari daerah asalnya yaitu lembah Emme di Canton Bern dan telah mendapatkan sertifikasi dari AOC (Appellation d'Origine Contrôlée).Sertifikasi AOC menyebabkan hanya keju yang diproduksi di Emmental saja yang dapat diberi label "Emmentaler Swiss".Namun, nama "keju Emmental" tidaklah dilindungi sehingga banyak tiruannya yang diproduksi di berbagai negara.

Keju Emmental sudah diproduksi sejak tahun 1293.Awalnya, keju ini dibuat pada musim panas di daerah pegunungan oleh para peternak. Mereka memproduksi keju Emmental dalam jumlah yang kecil untuk dimakan oleh keluarga mereka dan untuk membayar tuan tanah] Keju Emmental pertama kali disebutkan pada tahun 1542.Ketika itu keju ini diberikan kepada penduduk Langenthal sebagai kompensasi karena musibah kebakaran yang mereka alami. Pabrik-pabrik keju mulai bermunculan pertama kali di lembah Emme pada tahun 1815 dan sejak saat itu area produksi keju ini mulai berkembang.

Bentuk dari keju Emmental adalah bulat dengan diameter 76 hingga 94 centimeter dan tinggi yang berkisar antara 18 hingga 25 sentimeter.Sedangkan berat dari keju ini antara 60 sampai 130 kilogram.Warna dari keju ini krem pucat atau kuning, sedangkan kulitnya berwarna coklat kekuning-kuningan.Keju ini terkenal memiliki lubang-lubang yang berukuran besar dan banyak. Karena sifatnya yang mudah meleleh, keju Emmental sering digunakan untuk roti lapis bakar, fondue, quiche dan burger keju.

Pembuatan keju Emmental memiliki kemiripan dengan keju Gruyère.Keju Emmental dibuat dengan menggunakan susu mentah dari sapi yang diberi makan jerami] Susu tersebut dikentalkan dengan bakteri lalu dicetak.Keju yang sudah dicetak dibalik sesekali untuk pengeringan lalu direndam dalam air asin dan dimatangkan dalam gua] Pematangan dilakukan di ruangan yang cukup dingin selama dua minggu.Kemudian keju-keju dipindahkan ke ruangan yang lebih hangat selama enam sampai delapan minggu agar terjadi proses fermentasi.Selama proses fermentasi, keju-keju menghasilkan karbondioksida yang tidak dapat keluar karena kulit keju yang tebal.Gas karbondioksida tersebut lalu membuat lubang-lubang pada keju Emmental.

Sumber:







Tidak ada komentar:

Posting Komentar