1. Lopis
Sejarah :
Lupis menjadi salah satu jajanan pasar yang populer banyak dicari masyarakat. Kue yang dibuat dengan beras ketan ini paling enak disantap dengan kuah gula merah. Taburan kelapanya juga terasa gurih dan enak.
Kue lupis biasa disajikan pagi hari dengan teh hangat. Untuk membuatnya juga mudah. Jika biasanya Anda menyantap lupis ketan putih, kali ini bisa berkreasi dengan ketan hitam. Rasanya semakin legit karena dibungkus dengan daun pisang.
Resep :
Bahan:400 gram beras ketan, direndam 1 jam, ditiriskan11/2 sendok teh air kapur sirih1 sendok teh garamdaun pisang batu untuk membungkus
Bahan Pelapis:200 gram kelapa parut kasar1 lembar daun pandan1/4 sendok teh garam
Bahan Saus:200 gram gula merah, disisir halus1 lembar daun pandan, diikat125 ml air1/4 sendok teh garam
Cara Membuat :
1. Campur beras ketan, air kapur sirih, dan garam. Aduk rata.
2. Bungkus dengan daun pisang. Bentuk segitiga. Isi beras hingga 3/4 bungkus (agak gelembung ya). Ikat dengan benang kasur.
3. Rebus di dalam air mendidih 3 1/2 jam hingga matang.
4. Saus, masak gula merah, daun pandan, air dan garam sambil diaduk sampai kental.
5. Pelapis, kukus bahan pelapis di atas api sedang 15 menit.
6. Gulingkan lopis di bahan pelapis. Sajikan bersama sausnya.
2. Risoles
Sejarah:
Risoles dulunya disebut roinsolles, mulai dikenal pada abad ke 13 Pada waktu itu, makanan ini hanya sekadar panekuk yang digoreng di penggorengan memakai mentega atau lemak sapi. Pada perkembangan berikutnya, makanan ini barulah diisi dengan daging cincang.
Dalam istilah kuliner prancis, verba rissolerberarti menjadikan coklat. Sebuah rissoleselalu dibungkus oleh pastri gelembung atau sejenisnya, biasanya digoreng, tetapi kadang-kadang dipanggang di oven. Rasa rissoledapat asin atau manis. Rasa manis didapat dengan menaburinya dengan gula halus dan melengkapinya dengan saus buah.
Hidangan ini juga dapat dipanggang di dalam oven, dan disajikan sebagai horsd'houvre atau entree, ringan. Risoles berukuran kecil dapat dipakai sebagai hiasan untuk hidangan dari potongan besar daging unggas atau daging sapi.
Isi risoles dapat berupa daging ayam, daging sapi, daging ikan, udang, jamur kancing, wortel, kentang atau buncis. Adonan dadar dibuat dari campuran telung terigu, kuning telur, mentega (margarin), dan air atau susu.
Dua jenis risoles yang dikenal di indonesia adalah risoles sayuran bercampur daging tumis, dan risoles berisi "Ragout". Bentuk kue ini persegi panjang seperti amplop. Risoles berbentuk Segitiga umumnya berisi Ragout.Risoles dapat dimakan dengan saus kacang encer, sambal botol, atau cabai rawit.
Resep:
*Bahan kulit:
- 100 gr terigu segitiga/cakra, ayak dulu
- 300 ml susu cair
- 1 butir telur
- 1/2 sdt garam
- 25 ml minyak goreng/margarin leleh
*Bahan isian:
- Keju cheddar slice secukupnya
- Telur rebus, potong-potong
- Smoked beef/sosis secukupnya
- Mayonaise secukupnya
*Pelapis:
- Terigu + air secukupnya, aduk rata
- Tepung roti/tepung panko/breadcrumb
Cara membuat:
- Aduk semua bahan kulit hingga tercampur rata, pastikan tidak ada gumpalan
- Panaskan wajan teflon, ambil 1 sendok sayur adonan, tuang ke wajan, angkat dan goyangkan wajan hingga permukaan tertutup rata dengan adonan
- Panaskan lagi dan biarkan matang, setelah itu angkat
- Ambil 1 lembar kulit, beri isian keju slice, smoked beef/sosis, telur rebus dan mayonais. Lipat dan gulung.
- Celup ke dalam larutan tepung. Gulingkan di tepung roti hingga terlapisi rata. Goreng hingga matang. Sajikan
3. Lumpia
Sejarah:
Lumpia hadir pertama kali pada abad ke 19 dan merupakan salah satu contoh perpaduan budaya asli Tiong Hoa – Jawa yang serasi dalam cita rasa. Semua bermula dari saat Tjoa Thay Joe yang lahir di Fujian, memutuskan untuk tinggal dan menetap di Semarang dengan membuka bisnis makanan khas Tiong Hoa berupa makanan pelengkap berisi daging babi dan rebung. Tjoa Thay Joe kemudian bertemu dengan Mbak Wasih, orang asli Jawa yang juga berjualan makanan yang hampir sama hanya saja rasanya lebih manis dan berisi kentang juga udang.
Seiring waktu bejalan, mereka bukannya bermusuhan, malah saling jatuh cinta dan kemudian menikah. Bisnis yang dijalankan pun akhirnya dilebur menjadi satu dengan sentuhan-sentuhan perubahan yang malah makin melengkapi kesempurnaan rasa makanan lintas budaya Tiong Hoa – Jawa. Isi dari kulit lumpia diubah menjadi ayam atau udang yang dicampur dengan rebung serta dibungkus dengan kulit lumpia. Keunggulannya adalah udang dan telurnya yang tidak amis, rebungnya juga manis, serta kulit lumia yang renyah jika digoreng.
Resep:
*Bumbu Halus :
- 2 siung Bawang putih
- 1/2 sdt Merica
- 1/8 sdt Garam
*Bahan :
- 10 lembar Kulit lumpia
- 200 gr Rebung muda, rebus dan potong korek api
- 100 gr Daging ayam, cincang
- 50 gr Udang, cincang
- 2 butir Telur, orak-arik
- 1/2 buah Bawang bombay, cincang
- 1 batang Daun bawang, iris tipis
- 1/2 sdm Saus tiram
- 1 sdm Kecap inggris
- 2 sdm Kecap manis
- 1 sdm Gula pasir
- 1 sdt Kaldu bubuk
- Minyak goreng secukupnya
*Perekat Kulit :
- 1/2 sdm Tepung terigu
- 2 sdm Air
Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, lalu tumis bawang bombay hingga layu. Kemudian masukkan bumbu halus dan tumis hingga matang dan harum
2. Masukkan ayam dan udang. Aduk rata dan masak hingga berubah warna
3. Masukkan rebung, saus tiram, kecap inggris, kecap manis, gula dan kaldu bubuk. Aduk rata
4. Masukkan telur orak-arik. Masak hingga matang dan rebung setengah mengering. Lalu tambahkan irisan daun bawang. Aduk rata dan sisihkan
5. Campur bahan perekat kulit. Ambil selembar kulit lumpia dan beri isian secukupnya. Lipat bagian kanan dan kirinya ke dalam, lalu gulung dan rekatkan ujungnya dengan perekat. Lakukan hingga isian habis
6. Panaskan minyak. Goreng lumpia hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan selagi hangat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar